Amalan untuk Istri yang Sering Dianiaya Suami

doa menghadapi orang marah.gif
doa menghadapi orang marah

Tidak ada rumah tangga manapun yang aman dan bebas dari konflik. Sekalipun mereka benar-benar saling mencintai dan menikah atas dasar ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetap saja konflik rumah tangga tak bisa dihindari.

Hal ini dikarenakan pasangan suami istri terdiri atas dua individu dengan pemikiran yang jauh berbeda. Memiliki karakter pembawaan yang beda, latar belakang berbeda dan gaya hidup yang beda pula. Ketiga perbedaan tentu saja akan mempengaruhi cara pandang dan pengambilan keputusan.

Ada yang mengatakan bahwa dengan adanya perbedaan, kehidupan berumah tangga akan menjadi lebih asyik. Alias tidak monoton. Tetapi, perbedaan tanpa adanya pengertian pun akan sama saja. Perbedaan yang dibarengi dengan rasa angkuh ingin mendominasi justru akan menimbulkan konflik rumah tangga yang takkan ada habisnya.

Seperti contoh kasus di bawah ini. Salah seorang wanita yang menjadi klien dari Asmara Dewi membagikan kisah rumah tangganya.

Ia mengaku sangat mencintai suaminya. Suami yang selalu dipuja dan dibanggakan sejak pertama kali bertemu ini setelah melewati beberapa tahun kehidupan bersama sedikit demi sedikit mulai berubah.

Klien ini akan merasa sangat ikhlas apabila perubahan yang terjadi adalah untuk kebaikan. Tetapi, semakin ke sini, justru kelakuannya sangat tidak patut dicontoh, baik untuk anak-anak maupun untuk suami-suami di luar sana.

Suaminya sangat mendominasi hubungan.

Anda benar. Dalam berumah tangga, laki-laki memang menjadi kepala keluarga yang patut dihormati dan ditaati keputusannya.

Meskipun begitu, julukan sebagai kepala keluarga ini seharusnya tidak serta merta membuat seorang lelaki menjadi angkuh, mendominasi, ingin menang sendiri dan selalu merasa benar.

Rumah tangga sejatinya terdiri atas suami, istri dan anak-anak dimana mereka memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Pemberi keputusan memanglah sang ayah, tetapi ibu dan anak-anak tetap memiliki peran untuk membagikan pendapatnya.

Intinya, jangan egois!

Keluhan dan masalah yang diceritakan klien wanita kepada Asmara Dewi ini tidak hanya sampai di sini.

Yang lebih parah lagi, suaminya tega memukul, menampar dan menyepak perut sang istri layaknya bola yang ditendang bebas di lapangan berumput.

Tanpa rasa bersalah, setelah melakukan kekerasan dalam rumah tangga semacam ini, suami tega untuk mengajaknya bercinta.

Tentu saja, sang istri tidak berani menolak. Karena penolakan yang diberikan hanya akan menimbulkan konflik berkepanjangan dimana hal ini akan menyakitkan hati anak-anak yang melihat.

Jawaban singkat yang tidak sesuai dengan keinginan hati sang suami pun bisa mendatangkan petaka, seperti tonjokan di wajah bahkan di mata.

Hal ini sangat menyakitkan hingga membuat Asmara Dewi yang juga seorang wanita merasa terenyuh dan menitikkan air mata.

Kini dengan mengungkapkan uneg-uneg terkait masalah rumah tangganya, wanita ini berharap mampu bersabar, kembali memenangkan hati suami dan membuatnya seperti dulu lagi.

Selanjutnya, Asmara Dewi memberikan sebuah sarana minyak bulus agar sang suami bisa kembali perhatian kepada si wanita ini. Tidak hanya sekedar minyak bulus, melainkan ini adalah sarana spiritual yang telah diisi dengan doa sesuai hajat dari wanita ini.

“Saya tidak mungkin meninggalkannya. Kasihan anak-anak”, ungkap klien Asmara Dewi.

Oleh karena keinginan tersebut, pada akhirnya solusi yang diberikan adalah dalam bentuk tips-tips berkomunikasi yang baik dengan suami serta menggunakan sarana spiritual minyak bulus. Dimana sarana ini mampu membantu mendatangkan rasa cinta dan kasih sayang suami seperti awal bertemu.

Nah, bagi Anda wanita yang saat ini sedang mengalami masalah kekerasan dalam rumah tangga layaknya wanita di atas, berikut kami lampirkan amalan atau doa menghadapi orang marah.

Ya, setiap orang yang melakukan aniaya kepada istri pasti jiwa mereka sedang dirasuk setan hingga memunculkan amarah tiada terkira.

Amalan atau doa menghadapi orang marah:

  1. Siapkan kertas putih ukuran 19 X 19cm dan tinta berwarna hitam
  2. Tuliskanlah ayat-ayat ini di atas kertas tersebut: basmalah, asyhadu al laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, surat al-ahzab ayat 40 (sampai ”khatamun nabiyyiin”), surat al-fath ayat 29 (sampai ”min atsaris sujuud”), hauqolah, Nama Suami Anda.
  3. Setelah ditulis, selipkan di mulut ayam jantan putih, lalu ayamnya disembelih dan kepalanya ditanam di depan tempat tidur (boleh di depan / di halaman rumah)

Apabila Anda keberatan dengan syarat ketiga dari amalan atau doa menghadapi orang marah di atas, maka bisa diganti dengan syarat berikut:

  • Ambil sandal atau sepatu suami Anda kemudian tindih dengan menggunakan sandal atau sepatu Anda sembari membacakan doa yang sudah Anda tulis di atas kertas putih tadi.
  • Selanjutnya, simpanlah kertas putih tadi di dalam kamar dimana suami tidak mengetahuinya.

Demikianlah amalan atau doa menghadapi orang marah, khususnya apabila marahnya menggunakan kekerasan.